Kasus Mertua Laporkan Menantu karena Kelamin Terlalu Besar Berakhir dengan Damai


Sito dan Basar disaksikan perangkat desa serta Kapolsek Maron, Probolinggo, saat menandatangani kesepakatan damai. 

333ASIA – Berita atau penipuan palsu tidak hanya ada dan menjadi momok di dunia politik atau elit, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari warga negara biasa.

Setidaknya, itulah yang terjadi di Dusun Brukkan, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Petugas kepolisian Maron menerima laporan kasus dari penduduk yang dimakan oleh kecurangan. Nedi Sito (55), seorang warga setempat, memberi tahu menantu perempuannya, Basar kepada polisi.

Dalam laporannya, Basar disebut sebagai orang yang bertanggung jawab atas kematian putri Sito Jumatri.bandar togel

Karena itu diyakini bahwa Fridayri meninggal karena dia tidak tahan dengan rasa sakit yang disebabkan oleh alat kelamin suami yang terlalu besar.

“Laporan itu memasuki kita pada 20 Maret. Kemudian, ketika anak itu meninggal, ada tuduhan karena ukuran kelamin suami tidak adil, ayahnya tahu itu karena seseorang,” kata Wakil Komisaris Sugeng Supriantoro, kepala polisi de Maron, melalui pernyataan tertulis yang diperoleh Suara.com pada hari Rabu (27 Maret 1919).bandar togel

Setelah menerima laporan itu, Sugeng mengaku memerintahkan bawahannya untuk melakukan investigasi dan perlindungan, sehingga Basar bukan target kemarahan keluarga pada hari Jumat.

Sugeng mengatakan polisi mengumpulkan Sito dan Basar untuk mengklarifikasi masalah ini.

“Pada hari Rabu (20/3) minggu lalu kami bertemu dengan kedua belah pihak dan kami menyaksikan kepala desa, di sana Basar dapat membuktikan bahwa tuduhan itu salah, ya, ia menunjukkan ‘bukti’ kepada ayah mertuanya, pada kenyataannya, ukurannya biasa-biasa saja, bukan seperti yang dikatakan warga, “katanya.

Setelah pertemuan itu, Sito segera mencabut laporannya di kepolisian dan kedua belah pihak menandatangani perjanjian damai.

“Kami berharap bahwa kasus ini akan menjadi pelajaran bagi warga di yurisdiksi kami dan di mana-mana.” Semua informasi harus diverifikasi untuk mencari kebenaran, itu seharusnya tidak mudah dikonsumsi oleh penipuan, “perintah Kapolsek.

Sementara Wakil Komisaris Riyanto, Penyelidik Kriminal Kepolisian Probolonggi, mengatakan, belakangan diketahui bahwa Jumantri telah meninggal karena epilepsi yang kambuh.

“Itu berdasarkan riwayat medis, dia menderita epilepsi sejak berusia 14 tahun.”

1 Comment

Add a Comment
  1. Awesome post. I am an ordinary visitor of one’s blog and appreciate you finding the time to steadfastly keep up the nice site. I will be a frequent visitor for an extremely long time.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *